Bupati Tolikara Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Ajak Wujudkan Pancasila Melalui Pembangunan Nyata di Tanah Injil

Kegiatan Kodim 28 Jun 2026 22:02 3 min read 127 views By Tim Redaksi Pendim 1716/TLk

Share berita ini

Bupati Tolikara Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Ajak Wujudkan Pancasila Melalui Pembangunan Nyata di Tanah Injil
Bupati Tolikara Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Ajak Wujudkan Pancasila Melalui Pembangunan Nyata di Tanah Injil Karubaga, Tolikara –...

Bupati Tolikara Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Ajak Wujudkan Pancasila Melalui Pembangunan Nyata di Tanah Injil

Karubaga, Tolikara – Pemerintah Kabupaten Tolikara menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Lapangan Merah Putih, Distrik Karubaga, Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua Pegunungan, Senin (1/6/2026).

Upacara yang berlangsung mulai pukul 11.11 hingga 12.00 WIT tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Tolikara, Willem Wandik, S.Sos., selaku Inspektur Upacara dan diikuti sekitar 200 peserta yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Aparatur Sipil Negara (ASN), pelajar, serta tokoh adat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dandim 1716/Tolikara Letkol Inf Derek S. Rumbino, Asisten III Setda Kabupaten Tolikara Adi Wibowo, SH, Wakapolres Tolikara AKP Budi Harjo Kadir, Kapten Inf Norman Respati D.P.S.T., Han, Pasi Intel Kodim 1716/Tolikara Lettu Inf Imam Eko Santoso, Kepala Dinas Sosial Andrus Kogoya, personel Kodim 1716/Tolikara, personel Polres Tolikara, ASN Pemerintah Kabupaten Tolikara, siswa-siswi SMP, serta para tokoh adat.

Rangkaian upacara berlangsung dengan penuh khidmat, diawali dengan masuknya Komandan Upacara, penghormatan pasukan, pengibaran Sang Merah Putih, mengheningkan cipta, pembacaan Teks Pancasila, Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, hingga pembacaan doa sebagai penutup.

Dalam amanatnya, Bupati Tolikara menegaskan bahwa Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk menghadirkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat melalui pelayanan pemerintah yang nyata.

Menurutnya, Pancasila harus dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat, mulai dari kampung-kampung hingga pusat pemerintahan, melalui pelayanan pendidikan, kesehatan, infrastruktur, transportasi, ekonomi, serta perlindungan terhadap generasi muda.

“Pancasila tidak boleh berhenti sebagai teks yang dibacakan atau simbol yang dipasang. Pancasila harus hadir dalam pelayanan kepada rakyat, dalam keadilan pembangunan, dan dalam kesejahteraan masyarakat Tolikara,” tegas Bupati.

Dalam pidatonya, Bupati juga menguraikan berbagai tantangan pembangunan di wilayah pegunungan, seperti mahalnya biaya transportasi, tingginya harga bahan bangunan dan kebutuhan pokok, keterbatasan akses pelayanan dasar, serta berkurangnya alokasi transfer anggaran ke daerah.

Ia menilai kondisi tersebut membutuhkan keberpihakan pemerintah pusat melalui kebijakan fiskal yang lebih adil bagi daerah-daerah pegunungan sehingga pembangunan dapat berjalan secara optimal.

Selain itu, Bupati menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Tolikara untuk terus memperjuangkan pembangunan pendidikan berpola asrama, peningkatan layanan kesehatan, penambahan rute penerbangan perintis, penyediaan listrik 24 jam, penguatan ketahanan pangan lokal, serta reformasi birokrasi guna meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Dalam kesempatan tersebut, Willem Wandik juga memperkenalkan konsep pembangunan Tolikara RAMAH, yakni Religius, Berbudaya, Mandiri, Adil, dan Sejahtera, sebagai arah pembangunan daerah yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila dan ajaran Injil.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan, menghindari konflik sosial, menolak minuman keras, perjudian, narkoba, serta berbagai tindakan yang dapat menghambat pembangunan daerah.

“Mari kita jadikan Hari Lahir Pancasila sebagai titik balik untuk bekerja lebih sungguh-sungguh. Hadirkan Pancasila dalam pelayanan, pendidikan, kesehatan, transportasi, pangan lokal, kedamaian sosial, kinerja ASN, dan seluruh pembangunan di Kabupaten Tolikara,” ujarnya.

Bupati juga menegaskan bahwa pembangunan Tolikara tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah daerah, melainkan membutuhkan sinergi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, TNI, Polri, gereja, lembaga adat, serta seluruh lapisan masyarakat.

Upacara ditutup dengan pembacaan doa, penghormatan terakhir kepada Inspektur Upacara, serta laporan Komandan Upacara. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 12.00 WIT dalam keadaan aman, tertib, dan penuh khidmat.

Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Tolikara berharap semangat persatuan, gotong royong, dan keadilan sosial semakin menguat sebagai fondasi dalam mewujudkan pembangunan yang merata serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Tolikara.

Redaksi | Nawi Arigi News

Nawi Arigi News